RAKYATDAILY.COM – Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menilai praktik korupsi di Indonesia semakin meluas dan berkembang menjadi persoalan yang bersifat sistemik.
Menurut dia, korupsi tidak lagi dilakukan secara individual, melainkan telah melibatkan lembaga-lembaga negara.
Dalam pernyataannya, Amien mengaitkan kondisi tersebut dengan perkembangan pemberantasan korupsi dalam satu dekade terakhir.
Ia menilai praktik korupsi mengalami peningkatan pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
“Tidak berlebihan bila saya katakan 10 tahun Jokowi alias Mukidi berkuasa, korupsi di Indonesia semakin membuncah lepas kendali,” kata Amien, dikutip dari kanal Youtube pribadinya, Jumat (31/7/2026).
Menurut mantan Ketua MPR RI itu, praktik korupsi terjadi di berbagai tingkatan pemerintahan.
“Para pejabat yang ada di hulu maupun di hilir melakukan kejahatan korupsi tanpa ada gangguan yang berarti,” ujarnya.
Amien juga menyinggung kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia berpendapat lembaga antirasuah tersebut mengalami pelemahan pada masa pemerintahan Jokowi.
“Kemudian kita ingat KPK dilemahkan oleh Mukidi sebagai presiden terkorup nomor 3 menurut OCCRP yang bermarkas di Amsterdam, Belanda,” katanya.
Lebih lanjut, Amien mengemukakan pandangannya bahwa terdapat upaya membangun kekuatan politik untuk menghindari persoalan hukum.
“Di benak Mukidi satu-satunya jalan untuk menghindari jeratan hukum, dia harus punya kekuatan politik yang bisa melindungi dia sekeluarga,” ujarnya.
Selain menyoroti pemerintahan Jokowi, Amien juga menyinggung kondisi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, pola korupsi saat ini telah berubah dan melibatkan institusi negara.
“Nah di bawah Prabowo sekarang pemain-pemain korupsi besar, bukan lagi perorangan tetapi lembaga-lembaga resmi negara yang mengingkari fungsinya sebagai lembaga yang bekerja untuk mengabdi pada kepentingan bangsa dan negara,” katanya.
Ia menilai praktik tersebut telah berkembang menjadi korupsi dalam skala yang lebih besar.
“Sudah berubah sekarang ini menjadi pelaku-pelaku korupsi berskala mega, berskala raksasa,” ujar Amien.
Di akhir pernyataannya, Amien mengaku prihatin terhadap sikap sebagian elite yang dinilainya tidak lagi memiliki rasa malu dalam menyikapi persoalan korupsi.
“Saya jadi bingung mencoba memahami tokoh-tokoh yang berlomba atau berkompetisi dalam perlombaan mengembangkan sikap edan-edanan tanpa rasa malu, tanpa ewuh-pakewuh,” tuturnya.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Amien Rais mengenai kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia.
Hingga kini, belum ada tanggapan dari pihak-pihak yang disebutkan terkait pernyataan tersebut.