Meski memaafkan, Jokowi memastikan bahwa proses hukum akan tetap berjalan.
“Urusan maaf-memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum. Prosesnya biar berjalanan apa adanya, ya,” katanya ditemui di kawasan Sumber, Banjarsari, Rabu (24/12/205).
Ia kembali menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan meskipun sudah dimaafkan secara pribadi.
Ia juga meminta, untuk menghormati proses hukum yang sudah berjalan.
“Sekali lagi, urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi, kalau urusan hukum, ya urusan hukum Kita hormati proses hukum yang ada,” terangnya.
Jokowi enggan mengungkapkan siapa saja yang dimaafkan.
“Ya nantilah, nantilah, nanti ya,” ucapnya.
Disinggung mengenai salah satu tersangka telah mengakui ijazah dirinya, Jokowi hanya menjawab singkat.
Ditanya apakah juga akan mendapatkan maaf, ia tidak menjawab dengan gamblang.
“Iya, memang asli. Sekali lagi, urusan maaf memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya, urusan hukum. Tetapi memang kalau ada ruang untuk memaafkan. Kenapa tidak juga kita lakukan. Tapi sekali lagi, urusan maaf, memaafkan itu urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum,” tegasnya.
Jokowi mengaku akan menghadiri persidangan bila nantinya diminta oleh hakim. Ia memastikan akan menunjukan ijazah dari SD hingga sarjana.
“Ya, kalau diminta oleh Yang Mulia Hakim, saya akan datang, terutama untuk menunjukkan ijazah asli dari SD, SMP, SMA, sampai S1, akan saya tunjukkan semuanya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara-JP) menemui Presiden Indonesia ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Usai pertemuan itu, Ketua Umum Bara-JP Willem Frans Ansanay mengatakan Jokowi siap memaafkan beberapa terlapor pencemaran nama baik.
Meski memaafkan, Willien menyebut ada tiga orang yang tidak dimaafkan oleh Jokowi.
Menurutnya, tiga orang itu sudah kelewatan dalam menuding ijazah Jokowi.
“Diskusi kami mengenai para pihak atau orang-orang yang terus memperkeruh situasi bangsa atau negara kita terkait ijazah Pak Jokowi. Kami bertanya apakah semua tidak akan dimaafkan yang ada 12 nama itu,” katanya ditemui di kediaman Jokowi, Sumber, Jumat (19/12/2025).
“Ternyata pak Jokowi memang bukan tipikal orang yang tidak pemaaf. Jadi 12 nama itu tidak semua akan terus dituntut,” sambungnya.
Williem menyebut, tiga nama yang tidak dimaafkan Jokowi itu dinilai sudah terlalu ekstrem.
Di mana mereka tetap kekeh menyebut ijazah palsu meski sudah ditunjukkan yang asli.
“Tapi yang tiga nama yang kelihatannya terlalu ekstrem, yang tidak pernah mau menerima fakta bahwa ijazah pak Jokowi itu benar dan melakukan berbagai tindakan yang setelah didekatkan dengan alas hukum pasal berlapis, itu Pak Jokowi akan teruskan. Yang pasti kalian sudah tahu lah siapa orangnya,” terangnya.