Ya Ampun! Reza Indragiri Ungkap UGM Dibully Mahasiswa Kampus Swasta Gegara Ijazah Jokowi, Diplesetkan Jadi ‘Universitas Gangguan Mental’

DEMOCRAZY.ID – Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, mengaku prihatin dengan polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Jokowi, yang tidak berujung.

Saat hadir dalam acara ‘Bikin Terang’ Inews TV, Reza mengungkap bahwa polemik itu berdampak pada citra Universitas Gadjah Mada (UGM).

Marwah UGM Tercoreng

Reza menyebut, polemik tersebut membuat marwah UGM yang selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia menjadi tercoreng.

“Maaf yah, saya lulusan PTN ternama di republik ini. UGM,” ujar Reza dikutip pada Selasa (10/2/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan angkatan yang lebih muda dari Jokowi jika merujuk pada klaim tahun kelulusan Presiden ke-7 RI tersebut.

“Saya ini adek angkatannya pak Jokowi (Jika melihat klaim tahun lulusnya),” lanjutnya.

UGM Jadi Sasaran Bullying

Meski bukan berasal dari Fakultas Kehutanan, Reza menegaskan bahwa pernyataannya dilandasi oleh rasa tanggung jawab moral sebagai alumni UGM.

“Bukan (Fakultas Kehutanan). Tapi yang saya ingin katakan begini, mana ada mahasiswa non UGM apalagi swasta yang berani membully UGM,” Reza menuturkan.

Reza bilang, situasi yang berkembang saat ini justru memperlihatkan UGM menjadi sasaran olok-olok publik, sesuatu yang sebelumnya nyaris tidak pernah terjadi.

“Sekarang dibully UGM. UGM kepanjangannya apa? Universitas Gangguan Mental,” tandasnya.

Sebelumnya, Penasihat hukum Barisan Pembela Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (BALA RRT), Refly Harun, membongkar adanya dugaan tawaran penyelesaian perkara melalui mekanisme restoratif justice (RJ) kepada kliennya dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.

Refly menyebut, informasi tersebut mencuat dalam pernyataan yang disampaikan pihak lain, yang menyebutkan adanya tawaran damai kepada salah satu kliennya, yakni dr. Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.

“Ini penting ini ya. Dokter Tifa mau ditawari oleh Jokowi RJ,” ujar Refly dikutip fajar.co.id pada Kamis (5/2/2026).

Tidak Ada Jalan untuk RJ

Namun, Refly menegaskan bahwa dirinya sebagai kuasa hukum telah memastikan secara berulang bahwa klien-kliennya tidak pernah memiliki niat untuk menempuh jalur RJ, apalagi dengan mendatangi Solo.

“Saya sebagai lawyernya, saya memastikan dan berkali-kali saya memastikan, tidak ada niatan dari RRT untuk datang ke Solo minta RJ. Sebagaimana yang dilakukan oleh Eggi Sudjana dan DHL,” tegasnya.

Siap Mundur Jika Roy Suryo Cs Terima Tawaran RJ

Refly bahkan menyatakan sikap keras jika kliennya memilih jalur damai. Ia menegaskan akan mundur sebagai kuasa hukum apabila RJ ditempuh.

“Saya bilang kemarin di depan ratusan mahasiswa di Bandung, kalau mereka RJ, saya akan berhenti sebagai lawyernya,” ungkap Refly.

Kata dia, dalam perkara ini justru pihak Jokowi yang seharusnya meminta maaf kepada klien-kliennya.

Ia menilai, tindakan pelaporan yang dilakukan Jokowi merupakan bentuk kriminalisasi terhadap kebebasan berpendapat dan kebebasan akademik.

“Dan saya katakan, yang benar itu adalah Pak Jokowi yang minta maaf ke RRT. Kenapa begitu? Karena dialah yang melakukan kriminalisasi sesungguhnya,” timpalnya.

Refly menuturkan, kriminalisasi tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.

“Dia tidak paham tentang demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan menyatakan pendapat baik secara lisan dan tulisan,” imbuhnya.

RRT Tidak Terafiliasi ke Siapa Pun

Lebih jauh, Refly menekankan bahwa klien-kliennya tidak memiliki afiliasi kekuatan politik atau ekonomi tertentu. Mereka, kata dia, adalah individu independen dengan latar belakang pendidikan tinggi.

“Siapa sih Dr. Tifa itu? Apakah ada kekuatan di belakangnya? Siapa Rismon itu? Siapa Roy Suryo itu? Mereka adalah orang-orang yang independen, tapi tingkat pendidikan mereka tinggi,” bebernya.

Ia juga menantang pihak-pihak yang meremehkan kajian kliennya untuk membuat karya ilmiah tandingan yang setara dengan apa yang disebut sebagai Jokowi’s White Paper.

“Dan jangan lupa, kalau Anda mau menantang, tiga klien saya, buku, buat. Buku yang setara dengan Jokowi’s White Paper. Sanggup nggak?,” ucap Refly.

Refly turut menyinggung klaim yang menyebut Jokowi’s White Paper setara dengan karya akademik tingkat doktoral.

Klaim Jokowi yang Dikriminalisasi

Sementara itu, Ketua Jokowi Mania (Jokman) Nusantara, Andi Azwan, mengklaim bahwa pihak yang disebutnya mengalami kriminalisasi dalam perkara dugaan ijazah palsu bukanlah Roy Suryo dan kawan-kawan, melainkan Presiden ke-7 RI, Jokowi.

Andi mengatakan, narasi yang menyebut Roy Suryo Cs sebagai korban kriminalisasi tidak tepat jika melihat rangkaian peristiwa dan pernyataan yang berkembang sejak akhir tahun lalu.

“Mereka merasa dikriminalisasi. Yang dikriminalisasi siapa? Yang dikriminalisasi itu adalah pak Jokowi,” ujar Andi Azwan, Kamis (5/2/2026).

Ia mengatakan, sebelum Jokowi mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus tersebut, Roy Suryo Cs justru melontarkan pernyataan-pernyataan keras yang dinilai sarat penghasutan dan framing negatif.

Andi Azwan menyebut, rentang waktu sejak Desember hingga April, sebelum laporan resmi Jokowi dilayangkan, dipenuhi dengan narasi yang menyerang secara personal dan masif.

“Itu yang mereka lakukan, apakah bulan Desember sampai April sebelum beliau (Jokowi) melaporkan itu, itu sangat luar biasa sekali framing dan penghasutan oleh mereka,” ujarnya.

Namun, Andi Azwan mencatat adanya perubahan sikap setelah laporan hukum dibuat pada 30 April.

Narasi yang sebelumnya keras, tiba-tiba bergeser dengan menggunakan istilah penelitian.

Seperti diketahui, Jokowi melaporkan langsung dugaan pencemaran nama baik tersebut ke Polda Metro Jaya pada 30 April 2025 lalu.

Meski demikian keaslian ijazah Jokowi masih jadi pertanyaan publik. Pasalnya, wajah yang tertera di ijazah sangat berbeda dengan wajah Jokowi.

Bahkan, eks Wakapolri pun menegaskan adanya perbedaan signifikan antara wajah di ijazah dengan wajah asli Jokowi.

[FULL VIDEO]

Sumber: Fajar

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY