RAKYATDAILY.COM – Eks Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI, Prof. Yuddy Chrisnandi, turut mengikuti perkembangan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Yuddy Chrisnandi adalah Menpan RB era kepemimpinan Jokowi. Ia tercatat aktif menjabat sebagai Menpan RB sejak 2014 hingga 2016.
Alumni Universitas Indonesia (UI) tersebut menilai bahwa isu ijazah palsu Jokowi telah membuat belah persepsi masyarakat tanah air.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak terlalu memikirkan persoalan isu tersebut.
Pasalnya, kata Yuddy, kasus ijazah Jokowi sudah diserahkan sepenuhnya di ranah hukum.
“Kalau sekarang kan ranahnya sudah pada ranah pembuktian hukum. Jadi saya rasa kalau saya sih melihatnya tidak perlu kita terlalu berkutat, berkecamuk dengan isu yang sudah membelah persepsi publik masyarakat Indonesia sendiri,” kata Yuddy Chrisnandi, dikutip dari tayangan YouTube Official iNews, Jumat (6/2/2026).
Menurut Yuddy, kubu yang sudah memercayai ijazah Jokowi asli, tidak akan berubah menjadi tidak percaya ijazah Jokowi asli.
Lebih lanjut, pihak yang yakin bahwa ijazah Jokowi palsu, pasti akan meminta pembuktian palsunya ijazah tersebut.
“Orang yang percaya ijazah (Jokowi) itu asli, tidak akan berubah lagi pada titik ini. Ya dia percaya itu (ijazah Jokowi) asli,” ujar Yuddy.
“Orang yang meyakini bahwa ‘oh ternyata palsu’ juga tetap akan terus menuntut untuk dibuktikan kepalsuannya,” imbuhnya.
Sementara itu, masyarakat yang ragu-ragu dengan kasus tersebut, menurut Yuddy tidak akan berubah menjadi pendukung ijazah asli atau pendukung ijazah palsu.
“Yang ragu-ragu pun tidak akan berubah dia menjadi pendukung ijazah asli atau pendukung ijazah palsu,” tuturnya.
Yuddy meminta masyarakat menyerahkan perkara ijazah Jokowi ini ke proses hukum yang sudah berjalan.
Jokowi, kata dia, telah mempercayakan pada penegak hukum untuk memproses kasus ijazahnya.
“Silakan orang-orang yang menuding ijazah palsu itu membawa bukti-buktinya bahwa itu palsu,” kata dia.
“Dan dari pihak Jokowi juga membawa bukti-bukti bahwa itu asli.”
“Tinggal masyarakat nanti menilai bagaimana keputusan hukumnya,” ujar Yuddy Chrisnandi.
Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI, Prof. Yuddy Chrisnandi, tengah menjadi perbincangan.
Pasalnya, Alumni Universitas Indonesia (UI) tersebut ternyata turut mengikuti perkembangan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Yuddy menilai bahwa isu ijazah palsu Jokowi sudah membuat belah persepsi masyarakat Indonesia.
Ia meminta masyarakat untuk tidak terlalu memikirkan persoalan isu tersebut karena kasus ijazah Jokowi sudah diserahkan sepenuhnya di ranah hukum.
Yuddy juga menyoroti kubu Roy Suryo cs yang yakin bahwa ijazah Jokowi palsu, pasti akan meminta pembuktian palsunya ijazah tersebut.
“Orang yang percaya ijazah (Jokowi) itu asli, tidak akan berubah lagi pada titik ini. Ya dia percaya itu (ijazah Jokowi) asli,” kata Yuddy Chrisnandi, dikutip dari tayangan YouTube Official iNews, Jumat (6/2/2026).
“Orang yang meyakini bahwa ‘oh ternyata palsu’ juga tetap akan terus menuntut untuk dibuktikan kepalsuannya,” sambungnya.
Sementara itu, masyarakat yang ragu-ragu dengan kasus tersebut, menurut Yuddy tidak akan berubah menjadi pendukung ijazah asli atau pendukung ijazah palsu.
“Yang ragu-ragu pun tidak akan berubah dia menjadi pendukung ijazah asli atau pendukung ijazah palsu,” jelasnya.
Lantas, seperti apakah sosok, profil, dan sepak terjang Yuddy Chrisnandi? Berikut rekam jejaknya.
Yuddy Chrisnandi adalah Menpan RB era kepemimpinan Jokowi.
Ia tercatat aktif menjabat sebagai Menpan RB sejak 27 Oktober 2014 hingga 27 Juli 2016.
Dikutip dari situs resmi Unas, Yuddy lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 29 Mei 1968.
Ia merupakan lulusan S1 Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Padjajaran (Unpad).
Selain itu, Yuddy juga telah menyelesaikan studi S2 dan S3 di Universitas Indonesia (UI).
S2-nya ia mengambil Ilmu Ekonomi di UI, sedangkan S3-nya ia menempuh Ilmu Politik UI.
Yuddy Chrisnandi juga telah meraih gelar profesor setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Nasional (Unas).
Nama lengkap berikut dengan gelarnya yakni Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, S.E., M.E.
Dalam kariernya, Yuddy Chrisnandi memiliki rekam jejak yang moncer.
Ia mengawali kariernya sebagai dosen FE di Universitas Trisakti pada 1997.
Seiring berjalannya waktu, karier Yuddy makin cemerlang.
Ia pernah menjadi Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Politik/Keamanan (2001-2002), Anggota Komisi I DPR RI (2004-2009), Komisaris Utama PT Time Line Visual (2011), hingga Komisaris PT Anugerah Bumi Cirebon (2011).
Pada 2014 ia berhasil meraih puncak kariernya setelah ditunjuk menjadi Menpan RB oleh Jokowi.
Namun, pada 2016 posisi direshuffle.
Satu tahun kemudian, Yuddy kembali dipercaya Jokowi, tetapi kali ini untuk menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Ukraina.
Jabatan tersebut ia emban sejak 2017 hingga 2021.
Berikut riwayat karier Yuddy Chrisnandi:
– Dosen FE-Jurusan Manajemen, Universitas Trisakti (1997-2001)
– Direktur Utama PT Khatulistiwa Utama Abadi (1998-2000)
– Direktur Utama PT Prakarsa Ciptabhakti Utama (1998-2000)
– Pengurus DPP Partai Golkar, Dept.Pemuda (1998-2001)
– Tim Sukses Capres Partai Golkar, Bidang Operasi (2004)
– Ketua Ormas DPP MKGR (2005-2010)
– Ketua PMN-KAHMI, Bid.Luar Negeri (2007-2010)
– Anggota DPR RI Komisi I (Periode 2004-2009)
– Staf Khusus Wakil Presiden-RI Bidang Politik/Keamanan (2001-2002)
– Panitia Konvensi Nasional Capres Partai Golkar (2004)
– Majelis Pakar, Pimpinan Majelis Nasional KAHMI (2003-2007)
– Ketua Bidang Litbang Lemkari (Lembaga Karate-Do Indonesia) 2002- 2005/2005-2010
– Pengurus DPP Partai Golkar, Dept Hukum dan Perundangan (2001-2004)
– Ketua Dewan Penasehat Gentra-Sunda (2011-2016)
– Ketua Ormas DPP MKGR (2005-2010)
– Ketua PMN-KAHMI, Bid.Luar Negeri (2007-2010)
– Komisaris Utama PT Time Line Visual 2011-
– Komisaris PT Anugerah Bumi Cirebon 2011-
– Founder The FIRST (Future of Indonesia Research Studies), konsultan bisnis & Politik (2010)
– Ketua Bidang Pemengan Pemilu/BAPPILU DPP Partai HANURA (2010-2015)
– Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (2014-2016)
– Duta Besar Indonesia untuk Ukraina (2017-2021)
Sumber: Tribun