Sosok Cahyaningrum Dewojati Penasehat Daycare Little Aresha, Dosen UGM, Hilangkan Jejak di Medsos

RAKYATDAILY.COM – Terungkap sosok Cahyaningrum Dewojati, penasehat Yayasan Aresha Indonesia Center yang viral di media sosial.

Yayasan itu menaungi tempat penitipan anak bernama Daycare Little Aresha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Daycare itu menjadi sorotan setelah digerebek polisi pada Sabtu (25/4/2026).

Sebanyak 53 anak terindikasi menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha.

Polda DIY pun telah menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus dugaan kekerasan itu.

Daycare Little Aresha dimiliki Rafid Ihsan Lubis yang juga menjabat sebagai ketua dewan pembina Yayasan Aresha Indonesia Center.

Berdasarkan data AHU.go.id, nama Rafid Ihsan Lubis tercatat sebagai pemilik manfaat Yayasan Aresha Indonesia Center karena memiliki kewenangan untuk mengangkat atau memberhentikan pembina, pengurus, dan pengawas yayasan.

Dari penelusuran dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (Pddikti), Rafid Ihsan Lubis diketahui merupakan lulusan Sarjana Hukum Universitas Gadjah Mada yang lulus pada 2019/2020.

Kemudian saat ini Rafid Ihsan Lubis tercatat sebagai mahasiswa aktif Magister Ilmu Hukum Kampus Jakarta di Universitas Brawijaya, sejak 12 Februari 2024.

Di bawah Rafid, ada jabatan penasehat yayasan yang diisi oleh Cahyaningrum Dewojati.

Belakangan diketahui, Cahyaningrum Dewojati merupakan dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Hal itu bahkan dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak UGM.

Bahkan Cahyaningrum hingga saat ini masih aktif mengajar.

Selain dosen, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi S2 Sastra Indonesia.

Cahyaningrum juga mengajar di berbagai jenjang pendidikan di fakultas tersebut.

Di media sosial, akun Instagram Cahyaningrum Dewojati kini sudah lenyap.

Padahal tadinya Cahyaningrum Dewojati cukup aktif di media sosial Instagram.

Daycare Little Aresha, yang berada di Umbulharjo, Kota Yogyakarta tersebut diduga melakukan kekerasan terhadap anak-anak.

Saat ini Polda DIY memastikan 13 tersangka pada kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha, Umbulharjo, Kota Yogyakarta langsung ditahan.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan mengatakan penahanan langsung pada 13 tersangka merupakan komitmen Polda DIY dalam memberikan perlindungan terhadap anak-anak penerus bangsa.

Pihaknya juga memastikan penyidikan secara profesional, transparan, serta berkeadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Tadi malam Polresta Yogyakarta telah melakukan gelar perkara dan menetapkan 13 tersangka, langsung ditahan, ini sebagai bentuk komitmen Polda DIY untuk perlindungan terhadap anak-anak kita yang memang merupakan generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan,” katanya, Minggu (26/4/2026).

“Komitmen Polda DIY tegas. Kita akan melaksanakan penyidikan secara profesional dan transparan, akan kita sampaikan nantinya kepada masyarakat. Tentunya juga dengan berkeadilan ya. Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” sambungnya.

Korban alami sakit berkepanjangan

Salah satu orangtua, Choirunisa (34), mengungkapkan kondisi anaknya yang mengalami luka pada bagian tangan.

Ia sempat mempertanyakan hal itu kepada pihak daycare, namun mendapat penjelasan bahwa luka tersebut merupakan cacar air.

“Kayak gini (melepuh) ini pas hari Jumat juga, dua minggu lalu. Bilangnya kena cacar air atau gimana. Tapi kalau kena cacar air, itu cuma bagian tangan sini sampai ini saja. Itu tangan dua-duanya, seperti melepuh,” katanya dikutip dari TribunJogja, Minggu (26/4/2026).

Selain luka, anaknya yang berusia 1,5 tahun juga mengalami penurunan berat badan. Ia menyebut anaknya mengalami batuk yang cukup parah hingga muntah.

“Dia pilek sampai sekarang belum sembuh. Terus batuk, biasanya nggak pernah batuk,” ujar Choirunisa.

“Batuknya sampai muntah-muntah terus. Berat badannya juga dari hampir sembilan, jadi turun sampai delapan. Lukanya, ini ada fotonya. Ini semalam,” sambungnya.

Choirunisa juga mengaku khawatir terhadap kondisi psikologis anaknya.

Ia mengatakan kebiasaan di daycare membuat anaknya mengalami perubahan perilaku saat tidur.

“Dia menangis minta tidur di bawah, kebiasaan di daycare ternyata tidurnya di bawah,” terangnya.

Sumber: Tribun

Artikel Terkait
RAKYAT DAILY