“Tak Semudah Datang Lalu Pergi”, AS Akui Iran Jauh Lebih Berbahaya dan Bikin Pusing Dibanding Venezuela

RAKYATDAILY.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Iran tidak bisa disamakan dengan Venezuela dalam perhitungan operasi militer Washington.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjelaskan alasan pemerintahannya tidak menjalankan rencana merebut cadangan uranium yang telah diperkaya milik Iran melalui operasi langsung di lapangan.

Menurut Trump, sempat muncul gagasan di awal konflik untuk mengirim personel Amerika guna mengambil stok uranium Iran.

Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan karena tingkat kesulitan dan risiko yang sangat tinggi.

Trump menilai banyak pihak salah memahami kompleksitas operasi militer di Iran.

Ia mencontohkan bahwa operasi tertentu di negara lain dapat dilakukan dalam hitungan menit, sementara situasi di Iran sangat berbeda.

“Ini bukan seperti Venezuela, di mana Anda masuk, beberapa menit kemudian keluar dan semua orang melambaikan tangan saat Anda pergi,” ujar Trump, dikutip dari Iran International, Jumat (5/6).

Ia menjelaskan bahwa operasi pengambilan uranium Iran akan membutuhkan pengerahan peralatan berat, dukungan logistik besar-besaran, hingga proses pengangkutan melalui jalur udara yang rumit.

Selain itu, pasukan Amerika harus bertahan selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu di wilayah perang yang masih aktif.

Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya sempat mempertimbangkan skenario tersebut pada fase awal konflik ketika Iran dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi operasi semacam itu.

Namun, seiring berjalannya waktu, risiko yang harus ditanggung dianggap terlalu besar dibandingkan manfaat yang diperoleh.

Pernyataan Trump juga muncul di tengah perdebatan mengenai keberadaan stok uranium Iran yang masih menjadi perhatian Amerika Serikat dan sekutunya.

Sebelumnya, Trump menyebut akses terhadap uranium Iran sebenarnya masih memungkinkan dilakukan oleh Washington, tetapi saat ini tidak dianggap sebagai kebutuhan mendesak.

Menurut Trump, kondisi medan dan infrastruktur bawah tanah Iran membuat operasi semacam itu jauh lebih kompleks dibanding berbagai operasi militer Amerika Serikat yang pernah dilakukan sebelumnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Washington masih memilih jalur negosiasi untuk menyelesaikan sengketa dengan Teheran dibanding melakukan operasi darat berisiko tinggi yang dapat memperluas konflik di Timur Tengah.

Sumber: WE

Artikel Terkait