Perang Bintang di Kubu Oposisi: Ahmad Khozinudin Dituduh “Agen Intel Hitam” Yang Sengaja Pecah Belah Pejuang Ijazah Jokowi!

RAKYATDAILY.COMBarisan pengkritik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kini sedang berada di ambang keruntuhan. Bukan karena tekanan dari pihak lawan, melainkan karena perang saudara yang meledak hebat di internal mereka sendiri.

Ketua Umum Korlabi, Damai Hari Lubis, baru saja melontarkan tuduhan yang memicu gempa di kalangan aktivis: ia menyebut pengacara Ahmad Khozinudin sebagai “agen gelap” yang disusupkan untuk menghancurkan perjuangan mereka dari dalam.

“Operasi Pancing Jaring” yang Memakan Korban?

Tudingan Damai Hari Lubis ini bukan isapan jempol belaka.

Ia dengan berani membeberkan pola yang ia sebut sebagai “operasi pancing jaring”, di mana narasi keras yang dibangun justru berujung pada penangkapan para aktivis di lapangan.

“Layaknya bak seorang agen intel hitam, dia dipasang untuk bersuara keras agar muncul orang-orang yang kemudian ditangkap. Ia menggunakan operasi pancing jaring,” tegas Damai, Selasa (14/7/2026).

Menurut Damai, Ahmad Khozinudin diduga memiliki agenda tersembunyi yang membuat fokus perjuangan untuk membongkar polemik ijazah Jokowi menjadi bias.

Bukannya membawa kemenangan bagi kliennya, Damai menuding Ahmad Khozinudin justru menjadi “penjerumus” yang membuat banyak kliennya berakhir di balik jeruji besi.

Rekam Jejak yang Memilukan: “Bukannya Bebas, Malah Masuk Penjara!”

Damai menyoroti sebuah ironi besar dalam karier Ahmad Khozinudin sebagai advokat.

Alih-alih memberikan perlindungan hukum yang mumpuni, Damai mengklaim banyak aktivis yang didampingi Khozinudin justru berakhir dengan nasib tragis di penjara.

“Kalau tugas pengacara itu meringankan bahkan membebaskan kliennya. Tapi yang saya lihat justru banyak kliennya yang masuk penjara,” ujar Damai dengan nada pedas.

Tak hanya itu, ia juga menuding sang advokat seolah “lepas tangan” setelah kliennya mendekam di balik jeruji besi tanpa perhatian yang memadai.

Janji Manis yang Berujung Kriminalisasi?

Puncak kekesalan Damai tertuju pada gaya komunikasi Ahmad Khozinudin yang dinilai sangat berisiko.

Ia menuding sang pengacara sering menebar janji manis di ruang publik—seperti menjamin klien tidak akan ditahan atau bahkan sesumbar akan memenjarakan pihak pelapor—yang dinilai melanggar kode etik advokat dan justru memperluas ruang kriminalisasi.

“Tidak boleh model AK yang sengaja berstatemen di hadapan publik menjanjikan dan memastikan kemenangan bagi kliennya,” kritik Damai tajam.

Drama Tanpa Ujung

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Ahmad Khozinudin terkait tuduhan “agen intel hitam” yang sangat menyudutkan ini.

Sebelumnya, sang advokat memang dikenal kerap membantah berbagai tudingan serupa yang mengarah kepadanya.

Namun, di tengah panasnya polemik ijazah Jokowi yang tak kunjung usai, pecahnya koalisi internal aktivis ini menjadi catatan kelam tersendiri.

Apakah ini adalah akhir dari perjuangan hukum mereka, ataukah perpecahan ini justru akan mengungkap siapa sebenarnya “pemain” yang sesungguhnya dalam drama panjang ijazah Jokowi?

Satu hal yang pasti, publik kini dipaksa menyaksikan drama yang jauh lebih menegangkan: bukan lagi soal ijazah, melainkan soal siapa yang kawan dan siapa yang lawan di balik topeng para pejuang hukum.

Artikel Terkait