RAKYATDAILY.COM – Polemik mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memunculkan beragam tanggapan.
Kali ini, dokter sekaligus aktivis Zulkifli S. Ekomei menyampaikan pandangannya terkait foto pada ijazah yang selama ini dipersoalkan oleh Roy Suryo dan sejumlah pihak.
Menurut Zulkifli, foto yang terdapat pada ijazah yang menjadi bahan perdebatan tidak identik dengan sosok Jokowi.
Ia mendasarkan pandangannya pada analisis anatomi wajah, khususnya struktur tengkorak atau kranium yang menurutnya tidak dapat berubah meski seseorang menjalani operasi plastik.
“Ijazah yang diributkan itu, yang ada kumisnya, ada kacamatanya, itu bukan fotonya Jokowi presiden itu,” ujar Zulkifli, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa ilmu osteologi menjadi salah satu dasar argumentasinya dalam melihat perbedaan struktur wajah.
“Kalau tadi ngomong osteologi, kranium itu istilahnya, tengkorak itu kan jarak mata, tidak bisa itu dirubah-rubah,” ucapnya.
Zulkifli menilai operasi plastik hanya dapat mengubah bagian tertentu pada wajah, tetapi tidak mengubah struktur tulang yang menjadi identitas seseorang.
“Pakai operasi apa, kalau operasi plastik hanya untuk ini ya bisa, tapi kalau posisi jarak mata, terus rahang, tidak mungkin,” lanjutnya.
Selain menyoroti foto pada ijazah yang diperdebatkan, Zulkifli juga mengaku masih memiliki pertanyaan mengenai riwayat akademik Jokowi.
Ia mengaku belum mengetahui secara rinci perjalanan akademik mantan Wali Kota Solo tersebut, termasuk penggunaan gelar akademik pada masa awal karier politiknya.
“Teologi ini ilmu tentang tulang, jadi dia sebetulnya, saya meragukan dia punya ijazah,” Zulkifli menuturkan.
“Saya meragukan, saya juga nggak tahu perjalanan akademiknya dia ketika di Solo jadi wali kota dia pakai Drs,” tambahnya.
Menurut Zulkifli, sejumlah pihak yang terlibat dalam proses administrasi pencalonan Jokowi di masa lalu juga dapat dimintai keterangan apabila persoalan tersebut diproses lebih lanjut.
“Saya juga nggak tahu dia pakai universitas mana, makanya harus jadi saksi itu justru Ketua KPUD Solo, Eko Sulistyo,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli turut menyinggung perkembangan perkara yang melibatkan Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.
Ia mengaku bersyukur atas perkembangan hukum yang diterima rekan sejawatnya tersebut.
“Saya sih tetap senang ya, eksepsi Tifa diterima. Maaf karena sebagai teman sesama sejawat, apalagi sama-sama dokter,” terangnya.
“Saya senang lah dia bebas, jadi tersangka gitu kan. Tapi di sisi lain ini permainan dari mana ini ya, kira-kira ya, sampai Jokowi pasti nggak bisa datang ke pengadilan,” sambung dia.
Zulkifli juga berpendapat apabila Jokowi hadir dalam persidangan nantinya akan muncul sejumlah pertanyaan yang menurutnya perlu dijelaskan secara langsung.
“Saya bisa bayangin kalau dia sampai datang di pengadilan, banyak pertanyaan-pertanyaan yang pasti dia nggak bisa jawab,” tandasnya.
Sebagai ilustrasi, ia membandingkan pengalaman pribadinya saat masih berstatus mahasiswa kedokteran.
“Contohnya sederhana gini, saya, mahasiswa kedokteran, saya di waktu kuliah dipanggil Kiply. Jokowi kan ada yang ngomong Jack segala itu,” kuncinya.
Di sisi lain, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya telah menegaskan bahwa Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan dan menyatakan ijazah maupun skripsinya adalah dokumen asli.
Polemik tersebut kini juga telah memasuki ranah hukum melalui sejumlah perkara yang masih bergulir di pengadilan.