RAKYATDAILY.COM – Habib Bahar bin Smith sempat melontarkan tantangan terbuka kepada pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan warga hingga meninggal dunia saat kericuhan di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).
Namun, ketegangan yang sempat muncul setelah pernyataan tersebut tidak berlanjut menjadi perseteruan terbuka.
Habib Bahar justru berkomunikasi langsung dengan Rosario de Marshall alias Hercules, pimpinan umum GRIB Jaya, untuk mengklarifikasi isu yang beredar terkait dugaan keterlibatan anggota organisasi tersebut dalam kericuhan.
Sebelumnya, Habib Bahar mendatangi rumah keluarga Bambang Setiawan, warga Pejompongan yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan ketika kerusuhan terjadi.
Dalam kunjungan tersebut, Habib Bahar menyampaikan keprihatinannya atas kekerasan yang menimpa warga sipil.
Ia meminta pihak yang terlibat dalam kekerasan bertanggung jawab, terlepas dari latar belakang kelompok maupun institusinya.
“Pokoknya itu pelaku semua harus itu, harus itu semua. Mau ormas-ormas, mau Grib, mau PWI, mau siapa pun. Mau pelakunya aparat kek, mau pelakunya ormas kek,” ujar Habib Bahar dalam tayangan Warta Kota, Senin (31/8/2026).
Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Hercules. Ia mengaku mengetahui adanya tantangan Habib Bahar yang beredar melalui media sosial.
Hercules membantah pernah memberikan instruksi kepada anggota GRIB Jaya untuk melakukan kekerasan ataupun pembunuhan dalam rangkaian aksi demonstrasi.
Ia juga menyebut telah meminta anggota GRIB Jaya untuk tidak mengikuti aksi unjuk rasa tersebut.
Menurut Hercules, informasi mengenai dugaan keterlibatan anggotanya perlu dilihat berdasarkan fakta dan tidak hanya mengacu pada informasi yang beredar di media sosial.
Di tengah polemik tersebut, komunikasi langsung antara Habib Bahar dan Hercules dilakukan.
Habib Bahar sebelumnya mengaku menelepon Hercules untuk menanyakan secara langsung mengenai keberadaan anggota GRIB Jaya di sekitar Pejompongan saat kericuhan terjadi.
Dalam percakapan tersebut, Hercules menyatakan tidak ada anak buahnya yang berada di lokasi Pejompongan.
“Tadi saya telepon Hercules. Hercules bilang, ‘Bib, tidak ada anak buah saya di Pejompongan. Kami cuma batas LIPI aja, Bib’,” kata Habib Bahar.
Keterangan tersebut menjadi bantahan atas informasi yang mengaitkan GRIB Jaya dengan kericuhan di kawasan Pejompongan.
Meski demikian, dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam peristiwa yang menyebabkan Bambang Setiawan meninggal masih menjadi bagian dari penanganan aparat.
Fakta mengenai pihak yang bertanggung jawab perlu didasarkan pada hasil penyelidikan dan bukti yang ditemukan.
Di sisi lain, Hercules memberikan kalrifikasi terkait tantangan itu
Hercules juga menyatakan terbuka jika Bahar ingin menemuinya.
Ia bahkan mengaku siap menyambut Bahar dengan baik.
“Aku lebih tua dari dia tapi dia panggil kamu, ikrar bahwa saya kakaknya, dia adik saya,” terangnya.
Hercules bahkan menyatakan siap menerima kedatangan Habib Bahar dan memastikan keselamatannya selama berada di tempatnya.
“Dengan senang hati aku kasih karpet merah buat Habib. Habib datang dari rumah sampai kantor saya, harus kembali dengan selamat. Dari kantor saya kembalikan ke rumah pun dengan selamat,” ujar Hercules.
Ia juga mengajak berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan menjaga situasi Jakarta tetap kondusif.
Perkembangan ini terjadi ketika aparat masih menangani sejumlah perkara terkait kericuhan setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026.
Polda Metro Jaya sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap ratusan orang yang diamankan dalam rangkaian kericuhan tersebut.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan berbagai pihak dalam peristiwa yang terjadi di sejumlah titik Jakarta.
Sementara itu, kasus meninggalnya Bambang Setiawan menjadi salah satu peristiwa yang mendapat perhatian karena terjadi di tengah kericuhan pascademonstrasi.
Penyelidikan terhadap rangkaian kejadian tersebut diharapkan dapat mengungkap kronologi secara utuh, termasuk pihak-pihak yang terlibat dan penyebab meninggalnya korban.
Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya membenarkan Rosario de Marshall alias Hercules turun ke lokasi saat terjadi kerusuhan setelah aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026).
Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan kehadiran Hercules di lokasi bukan untuk terlibat dalam kerusuhan, melainkan untuk mengimbau massa agar meninggalkan lokasi karena situasi dinilai sudah tidak kondusif.
“Ya, memang beliau (Hercules) turun. Tujuannya untuk mengimbau massa supaya meninggalkan lokasi karena situasi sudah tidak kondusif,” kata Wilson.
Menurut Wilson, keputusan Hercules turun ke lokasi dilakukan ketika situasi pascademonstrasi mulai memanas.
Massa yang sebelumnya mengikuti aksi kemudian terlibat dalam situasi yang semakin tidak terkendali.
Dalam kondisi tersebut, Hercules disebut berupaya meminta massa untuk membubarkan diri dan meninggalkan kawasan sekitar DPR RI.
Wilson menegaskan, keberadaan Hercules di lokasi harus dilihat dalam konteks upaya meredakan situasi, bukan sebagai bagian dari kelompok yang melakukan tindakan anarkistis.
GRIB Jaya juga membantah anggapan bahwa Hercules turun untuk mengerahkan massa atau terlibat dalam aksi kekerasan yang terjadi setelah demonstrasi.
Kehadiran Hercules menjadi sorotan setelah sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sosoknya berada di tengah situasi kerusuhan pascademonstrasi.
Video tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai alasan Hercules berada di lokasi.
Wilson mengatakan, pihaknya memahami munculnya perhatian publik terhadap keberadaan Hercules.
Namun, ia meminta peristiwa tersebut dilihat berdasarkan tujuan kehadiran Hercules saat itu.
“Beliau turun karena melihat situasi sudah tidak kondusif. Jadi, beliau mengimbau agar massa meninggalkan lokasi,” ujar Wilson.
Kerusuhan terjadi setelah aksi demonstrasi yang digelar di sekitar Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).
Situasi di sejumlah titik kemudian berkembang menjadi aksi saling berhadapan antara massa dan aparat keamanan.
Kondisi yang memanas membuat aparat melakukan sejumlah tindakan pengamanan untuk mengendalikan massa dan memulihkan situasi di sekitar kawasan tersebut.
Di tengah situasi itu, kemunculan Hercules turut menjadi perhatian.
Sosok yang dikenal sebagai tokoh GRIB Jaya tersebut sebelumnya juga beberapa kali menjadi sorotan dalam berbagai pemberitaan terkait aktivitas organisasi kemasyarakatan.
GRIB Jaya melalui kuasa hukumnya memastikan bahwa kehadiran Hercules pada saat kerusuhan tersebut memiliki tujuan untuk mengimbau massa agar meninggalkan lokasi.
Penjelasan itu sekaligus menjadi respons GRIB Jaya terhadap berbagai spekulasi yang muncul setelah video Hercules berada di lokasi kerusuhan beredar luas.
Hingga kini, situasi dan rangkaian peristiwa yang terjadi setelah demonstrasi tersebut masih menjadi perhatian.
Penjelasan dari berbagai pihak diperlukan untuk memastikan secara utuh siapa saja yang berada di lokasi dan apa peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.