RAKYATDAILY.COM – Putri sulung penulis Ahmad Bahar, berinisial F, mengungkapkan kronologi dugaan penculikan dan intimidasi yang dialaminya di tangan anggota serta pimpinan organisasi kemasyarakatan GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules.
Peristiwa ini bermula dari konten TikTok Ahmad Bahar di akun @pecimiringg_ yang dinilai menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules, terkait perseteruannya dengan tokoh politik senior Amien Rais.
Nomor ponsel F sebelumnya juga sempat diretas oleh oknum tak dikenal, dan dari nomor itulah muncul pesan ancaman yang ditujukan kepada Hercules.
Meski keluarga telah berupaya memberikan klarifikasi beserta bukti dugaan peretasan, mereka merasa tetap dituduh sebagai pelaku yang melakukan ancaman.
Pada Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, belasan anggota GRIB Jaya menggeruduk kediaman Ahmad Bahar di Cimanggis, Depok.
Saat itu, Ahmad Bahar sedang tidak berada di rumah karena tengah dalam perjalanan menyerahkan buku kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.
Karena tidak menemukan Ahmad Bahar, rombongan tersebut membawa F ke kantor pusat DPP GRIB Jaya di Jakarta Barat.
F ditahan di markas GRIB Jaya selama kurang lebih enam jam, sejak selepas Magrib sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.
Sesampainya di markas GRIB Jaya, F masih harus menunggu kedatangan Hercules, dan tudingan kepadanya tidak mereda meski ia telah berulang kali membantah.
“Setelah Pak Hercules datang, Pak Hercules masih tetap bilang, ‘Kamu nih ya, ngapain ancam-ancam saya dan istri saya’. Saya bilang, ‘Maaf Pak, bukan saya’. Tapi beliau tetap tidak percaya,” ujar F sembari terisak kecil, usai mengadu ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
“Padahal saya juga udah jelaskan sebelumnya sama tim mereka, tim anggota GRIB itu, saya sudah bilang itu bukan saya. Lagian saya siapa sih berani-beraninya ngancam beliau, urusan saya apa, saya kenal aja nggak, tahu istrinya juga nggak tahu siapa,” katanya menambahkan.
F juga mengisahkan suasana mencekam yang ia rasakan selama berada di markas, dikelilingi oleh banyak laki-laki berbadan besar, hingga akhirnya ia tak kuasa lagi bersuara.
“Ya saya mau jawab apa juga, saya ya udah nggak bisa apa-apa gitu, saya mau jawab juga udah nggak bisa,” lanjutnya.
Puncak intimidasi terjadi ketika Hercules disebut melontarkan kata-kata yang merendahkan hingga mengancam hendak mempermalukan sang ayah.
“Dia bilang, ‘Kamu nih gimana sih? Kamu kan perempuan, kamu harusnya berbuat baik. Copot aja itu jilbab kamu’. Terus, ‘Kamu nih ya kalau misalnya bapak kamu ada di sini, udah saya telanjangin bapak kamu, nanti biar kamu yang videokan’,” bebernya mengulang cerita traumatis itu.
Tak berhenti sampai di situ, Hercules juga disebut F sempat mengeluarkan pistol sebagai bentuk intimidasi tambahan.
“Sambil dia mengeluarkan pistol itu kan. Terus, ‘Kamu kalau berani nih, kamu lihat nih ya’, sambil tunjuk-tunjuk. Saya pikir nggak bakal sampai menembakkan gitu kan. ‘Nih saya tembakkan, dor dor’, dua kali dia tembakkan,” jelasnya.
Rangkaian intimidasi itu juga yang akhirnya membawa F mengadu ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan.
“Saya merasa ya nggak adil gitu, saya diperlakukan seperti ini. Saya kan juga dari awal udah bilang, saya nggak tahu apa-apa, itu bukan saya, tapi tetap saya disalahkan,” paparnya.
Rencananya, F didampingi sang ayah dan tim kuasa hukum juga akan melaporkan dugaan intimidasi dan penculikan yang ia alami ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026) besok.
👇👇
Sumber: Suara