RAKYATDAILY.COM – Video lawas yang memperlihatkan perdebatan sengit antara politikus Akbar Faizal dan pegiat media sosial Jonru Ginting kembali ramai beredar di media sosial.
Cuplikan dari program Indonesia Lawyers Club (ILC) itu kembali menjadi sorotan di tengah polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Di platform X, sejumlah warganet bahkan berspekulasi Akbar Faizal dapat dipanggil sebagai saksi dalam perkara yang menyeret Roy Suryo dan sejumlah pihak sebagai tersangka.
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum mengenai hal tersebut.
Dalam tayangan tersebut, Akbar Faizal mengawali perdebatan dengan mengonfirmasi sebuah unggahan Facebook yang disebut pernah ditulis Jonru Ginting mengenai Jokowi.
Akbar kemudian membacakan isi unggahan itu sebelum meminta Jonru memberikan penjelasan.
“Apakah benar Anda pernah memposting juga di Facebook Anda? Ini karena menyangkut soal Jokowi ini,” ujar Akbar, Jumat (31/7/2026).
Ia kemudian membacakan isi unggahan tersebut.
“Anda mengatakan bahwa Jokowi adalah satu-satunya calon presiden yang belum jelas siapa orang tuanya.”
“Sungguh aneh. Untuk jabatan sepenting presiden, begitu banyak orang yang percaya kepada orang yang asal-muasalnya serba belum jelas,” lanjutnya.
Usai membacakan unggahan tersebut, Akbar meminta Jonru memastikan apakah tulisan itu memang berasal dari akun miliknya.
“Apakah betul pernah Anda memposting ini?” tanyanya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Jonru tidak membantah bahwa unggahan itu memang pernah ia buat.
“Iya, benar, Pak,” jawab Jonru.
Pengakuan itu kemudian direspons Akbar dengan menyebut dirinya pernah menjadi bagian dari tim inti pemenangan sekaligus tim transisi pemerintahan Jokowi.
Menurut Akbar, ia mengetahui secara langsung latar belakang keluarga Jokowi sehingga menilai unggahan tersebut tidak berdasar.
“Nah, monggo silakan Pak Polisi, ini adalah pengakuan,” ujarnya.
Akbar kemudian menjelaskan alasan dirinya bereaksi keras terhadap unggahan tersebut.
“Pak Jonru, saya sedih karena kebetulan saya bagian dari tim inti Pak Jokowi pada saat itu dan juga di tim transisinya merancang pemerintahan ini,” katanya.
Ia juga menegaskan mengetahui identitas ibu Jokowi.
“Saya tahu betul siapa ibunya Pak Jokowi. Tahu betul. Saya sedang mencoba untuk menahan diri untuk tidak marah di tempat ini,” lanjutnya.
Akbar mengaku membayangkan bagaimana jika hal serupa dialami keluarga Jonru.
“Saya bisa membayangkan bagaimana kalau ibunya Saudara Jonru dihina seperti ini,” ujarnya.
Pernyataan Akbar langsung dibantah Jonru. Ia menegaskan unggahan tersebut bukan dimaksudkan sebagai penghinaan.
“Itu bukan menghina, Pak. Kan gini, Pak. Maafkan saya,” kata Jonru.
Namun, Akbar meminta agar dirinya diberi kesempatan menyelesaikan pernyataannya.
“Saya, Pak Karni, saya tidak sedang ingin dipotong oleh Saudara ini. Dia sudah mengakui tadi menghina seseorang. Silakan Pak Polisi,” ujar Akbar.
Jonru kemudian kembali meluruskan pernyataan tersebut.
Ia menegaskan hanya mengakui pernah menulis unggahan itu, bukan mengakui telah menghina.
“Saya tidak bilang menghina. Saya mengatakan saya menulis itu benar. Saya tidak mengatakan saya menghina,” tegasnya.
Menurut Jonru, penilaian bahwa unggahannya merupakan penghinaan adalah pendapat Akbar.
“Bapak yang mengatakan saya menghina. Saya mengatakan benar saya menulis itu, titik. Sudah sebatas itu saja. Itu tidak menghina,” ujarnya.
Jonru juga menyebut isu yang ia tulis ketika itu memang telah menjadi perdebatan publik.
“Memang kan sudah banyak orang yang sudah mempermasalahkan itu. Itu kan pro-kontra sampai saat ini,” katanya.
Sebagai contoh, ia menyinggung pembahasan mengenai usia ibu Jokowi yang menurutnya juga pernah menjadi perbincangan.
“Contohnya termasuk juga usia ibunya Jokowi,” ujarnya.
Jonru menegaskan dirinya tidak gentar apabila persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum.
“Saya tidak takut dipolisikan,” pungkasnya.
Di tengah viralnya kembali video tersebut, pemilik akun X @EdyBayoRegar mengemukakan pendapat pribadinya bahwa Akbar Faizal bisa saja dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi.
“Mungkin bisa juga sebagai bahan pertimbangan Bung Akbar ini dijadikan sebagai saksi di kasus ijazah Jokowi,” tulisnya.
Ia beralasan, pernyataan Akbar yang mengaku mengetahui latar belakang keluarga Jokowi membuatnya menduga Akbar juga mengetahui riwayat pendidikan Presiden ke-7 RI tersebut.
“Dia sangat paham silsilah dan riwayat Jokowi. Mustahil dia enggak tahu riwayat pendidikannya juga. Mantan termul juga ternyata,” tulisnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari penyidik mengenai kemungkinan memanggil Akbar Faizal sebagai saksi dalam perkara tersebut.
👇👇
[VIDEO]
Mungkin bisa juga sebagai bahan pertimbangan bung @akbarfaizal68 ini dijadikan sebagai saksi dikasus ijazah Jokowi.
Sebab dia sangat faham silsilah dan riwayat Jokowi.
Mustahil dia gak tahu riwayat pendidikannya juga.Mantan termul juga ternyata 🤣 pic.twitter.com/aO0Q7UhzBQ
— Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) July 31, 2026