Situasi Memanas! Jokowi Sampai Gebrak Meja, Ribuan Relawan Kecewa dan Nyatakan ‘Balik Kanan’

RAKYATDAILY.COM – Kasus dugaan ijazah palsu kembali memanas. Kali ini datang dari kanal YouTube Opini Alvin dan LENSA ALVIN.

Judulnya meledak-ledak. “Ketua Termul Balik Badan Dukung Roy Cs, Jokowi Emosi Tuding Partai Ikut Campur.”

Dalam video itu, sejumlah relawan dan narasumber membahas mandeknya laporan mantan Presiden Joko Widodo terhadap Roy Suryo, dan sejumlah pihak lain terkait kasus dugaan pencemaran nama baik serta polemik ijazah.

Narasi yang berkembang menyebut Jokowi kecewa. Bahkan disebut sempat menggebrak meja, karena perkara yang dilaporkan sejak April 2025 belum juga mencapai tahap P21.

“Kasus ini sudah memakan waktu hampir satu tahun lebih,” ujar salah satu pembicara dalam video tersebut.

Disebut pula, penyidik sempat menjanjikan proses hukum selesai dalam tiga hingga empat bulan.

Namun hingga Mei 2026, berkas perkara justru dikabarkan masih bolak-balik antara penyidik dan jaksa.

Video itu juga menyinggung adanya dugaan tekanan politik.

Jokowi disebut menyampaikan adanya “kekuatan besar” dan kelompok partai tertentu yang dianggap menghambat proses hukum berjalan hingga pengadilan.

“Kecewa sekali dengan keadaan seperti ini,” kata salah satu narasumber menirukan pernyataan Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Namun tudingan itu dibantah dalam pembahasan yang sama.

Sejumlah pembicara justru menilai lambannya proses perkara bukan karena intervensi politik. Melainkan lemahnya pembuktian hukum.

“Hukum itu didasarkan pada bukti. Bukan pesanan,” ujar salah satu pengulas dalam video.

Sorotan lain datang dari nama Firdaus Oiwobo. Sosok yang selama ini dikenal membela Jokowi itu disebut mulai balik badan.

Dia disebut-sebut mulai mempertanyakan pemberian SP3 kepada salah satu pihak dalam laporan yang sama.

Firdaus menilai, jika satu tersangka mendapat penghentian perkara, maka semestinya pihak lain dalam satu konstruksi laporan diperlakukan sama.

“Kalau satu di-SP3, seharusnya semua,” ujarnya dalam potongan video yang diputar ulang.

Video itu juga menyeret nama Farhat Abbas dan Rasman Nasution.

Keduanya disebut dalam konteks dinamika dukungan relawan dan polemik hukum yang mengiringi kasus tersebut.

👇👇

Di sisi lain, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun kejaksaan terkait tudingan intervensi politik dalam penanganan perkara itu.

Proses hukum masih berjalan. Belum ada putusan pengadilan yang menyatakan keabsahan ataupun pelanggaran pidana dalam polemik tersebut.

Perdebatan pun terus bergulir di media sosial. Satu kubu menilai kasus sengaja diperlambat.

Kubu lain menyebut perkara memang sulit dibuktikan di meja hukum.

Yang jelas, polemik ijazah dan laporan hukum ini belum menunjukkan tanda selesai. Nama-nama besar masih saling bersahutan.

Publik pun terus menunggu. Siapa yang benar-benar mampu membuktikan dalilnya di hadapan hukum.

Sumber: Herald

Artikel Terkait