RAKYATDAILY.COM – Kanal YouTube Opini Alvin kembali memantik perdebatan politik setelah mengunggah video berjudul “Ade Armando Ditendang, Grace Ditinggal PSI! Dosa Lama Terbongkar Saat Prabowo Berkuasa?”.
Video itu membongkar kembali jejak pernyataan lama sejumlah elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait Prabowo Subianto yang kini justru menjadi bagian dari konfigurasi kekuasaan nasional.
Sorotan utama diarahkan kepada Ade Armando dan Grace Natalie.
Keduanya disebut pernah menjadi figur paling vokal mengkritik Prabowo pada Pemilu 2019, namun belakangan berubah mendukung mantan rival politik Joko Widodo tersebut menjelang Pilpres 2024.
Video itu menampilkan kembali momen saat PSI memberikan “Kebohongan Award” kepada Prabowo pada awal 2019.
Dalam arsip video yang diputar ulang, juru bicara PSI kala itu, Samara Amany, secara langsung menyebut nama Prabowo terkait pernyataannya soal penggunaan selang cuci darah di RSCM.
“Spesial untuk calon presiden Bapak Prabowo Subianto yaitu kebohongan paling lebai,” demikian kutipan dalam video lama PSI yang kembali diputar kanal tersebut.
Namun dalam wawancara terbaru yang juga diputar ulang, Grace Natalie menjelaskan penghargaan itu bukan ditujukan kepada pribadi Prabowo, melainkan dalam konteks kebohongan yang dilakukan tim sukses terkait kasus Ratna Sarumpaet.
Pernyataan itu kemudian dibandingkan langsung dengan dokumentasi lama PSI yang dianggap bertolak belakang. Kanal tersebut menyebut perubahan narasi itu sebagai bentuk inkonsistensi politik.
Tak hanya Grace, video itu juga mengangkat kembali rekaman lama Ade Armando pada Juni 2023 yang menyatakan dirinya tidak mungkin mendukung Prabowo sebagai presiden.
Saat itu Ade menyebut sejumlah alasan, mulai dari isu HAM, kedekatan dengan keluarga Cendana, hingga keraguan terhadap komitmen demokrasi dan pemberantasan korupsi.
Namun hanya beberapa bulan setelahnya, tepat menjelang Pilpres 2024 dan setelah putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden, Ade Armando justru menyatakan dukungannya kepada Prabowo.
“Prabowo adalah pilihan terbaik,” kata Ade dalam potongan video lain yang turut diputar.
Video Opini Alvin juga menyinggung kritik dari akademisi Zainal Arifin Mochtar atau yang dikenal sebagai Profesor Uceng.
Dalam video disebutkan, Arifin Mochtar pernah mengkritik PSI dan menyebut partai tersebut kehilangan konsistensi terhadap nilai-nilai yang sebelumnya mereka perjuangkan.
Selain itu, video tersebut juga mengulas sejumlah nama yang pernah terseret persoalan hukum dan dikaitkan dengan lingkar kekuasaan, baik di era Jokowi maupun tokoh-tokoh partai politik pendukung pemerintah.
Narasi dalam video kemudian mengarah pada dugaan adanya reposisi politik PSI di era pemerintahan Prabowo.
Kanal itu mempertanyakan apakah perubahan sikap elite PSI murni dinamika politik atau bagian dari strategi menjaga kedekatan dengan pusat kekuasaan.
👇👇
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Partai Solidaritas Indonesia terkait narasi dalam video tersebut maupun isu mengenai posisi politik Ade Armando dan Grace Natalie di internal partai.
Sumber: Herald